Asuransi Syari‘ah Dalam Perspektif Mahasiswa UG

Standar

Syariah adalah Pola atau tatanan Ekonomi yang berlandaskan Islam.

Oleh : Kurnia Yudha Utama

Beberapa waktu lalu Shariah Ekonomi Forum (SEF) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi UG  menyelenggarakan seminar dan workshop dengan tema Pokok Asuransi Syari‘ah. Tema ini menarik,  di samping karena menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan ekonomi syari‘ah, juga bisa menjadi lahan baru bagi mahasiswa untuk memperkaya kazanah keilmuan di bidang asuransi. Bahkan di sisi lain, bisa juga menjadi jembatan untuk meraih sukses di masa depan.

Banyak contoh kesuksesan diraih saat meniti karier di dunia asuransi. Tak masalah, apakah asuransi itu konvensional atau yang syari‘ah. Keduanya menyediakan  lahan yang subur untuk disemai menjadi sumber kehidupan di masa mendatang. Khusus untuk  asuransi syari‘ah, di samping di dalamnya terdapat konsep  berasuransi secara universal, juga  terdapat nuansa syari‘ah dalam standar penerapannya. Asuransi syari‘ah  menurut Dewan Syari‘ah Nasional adalah usaha untuk saling melindungi  dan tolong menolong di antara sejumlah  orang melalui  investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru‘ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko atau bahaya  tertentu melalui akad yang sesuai syari‘ah. Asuransi Syari‘ah disebut juga asuransi  ta‘awun  yang artinya tolong menolong atau saling membantu dan bukan bertujuan untuk mencari keuntungan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa asuransi ta‘awun prinsip dasarnya adalah syari‘ah, yakni saling toleran terhadap sesama manusia  untuk menjalin kebersamaan  dalam membantu dan meringankan  bencana yang dialami peserta.

Perkembangan

Saat  ini   ada beberapa  perusahaan asuransi  yang telah  menerapkan prinsip syari‘ah secara penuh, di antaranya  Asuransi Takaful Keluarga, Asuransi Takaful Umum, Asuransi Mubarokah. Selain itu, ada juga beberapa perusahaan asuransi konvensional yang membuka  cabang syari‘ah, seperti; MAA, Great Eastern, Tripakarta, Bumi Putra, Principle, Beringin Life, Jasindo, Darmala Manulife. dan lainnya. Perkembangan asuransi syari‘ah  sendiri dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Perkembangan yang terjadi  tidak hanya di negeri muslim atau berpenduduk mayoritas muslim, tapi juga non muslim. Bahkan bisnis penjaminan risiko syari‘ah tersebut  saat ini mulai merambah ke sejumlah negara barat, seperti; AS dan negara-negara Eropa.  Salah satu faktor penyebabnya  adalah potensi dana investasi bersumber  premi asuransi  syari‘ah yang cukup besar.

Di Indonesia, munculnya  asuransi syari‘ah  pertama kali tak lepas  dari nama Asuransi Takaful yang dibentuk  oleh holding company PT Syarikat Takaful Indonesia (STI) pada tahun 1994. Terbentuknya Asuransi Takaful saat ini memperkuat  keberadaan lembaga perbankan syari‘ah yang sudah ada terlebih dulu, yakni Bank Muamalat  karena asumsinya Bank Muamalat  juga membutuhkan lembaga  asuransi  yang dijalankan dengan prinsip yang sama.Pembentukan awal Takaful disponsori oleh yayasan Abdi Bangsa, Bank Muamalat Indonesia dan Asuransi Jiwa Tugu Mandiri. Saat itu para wakil dari tiga lembaga ini membentuk Tim Pembentukan Asuransi takaful Indonesia atau TEPATI. Sebagai langkah awal, lima orang anggota TEPATI melakukan studi banding ke Malaysia pada September 1993. Malaysia memang merupakan  negara ASEAN pertama yang menerapkan asuransi dengan prinsip syari‘ah sejak tahun 1985. Di negeri jiran ini, asuransi syari‘ah dikelola  oleh Syarikat Takafu Malaysia Sdn.Bhd.Setelah berbagai persiapan dilakukan, di Jakarta pun digelar seminar nasional. Berikutnya  STI mendirikan PT Asuransi Takaful Keluarga dan PT Asuransi Takaful Umum. Secara resmi PT Asuransi Takaful  Keluarga  didirikan  pada 25 Agustus 1994 dengan modal setor sebesar Rp 5 miliar. Sedangkan PT Asuranssi  Takaful Umum didirikan pada  2 Juni 1995

Konsep Dasar

Ajaran Islam memerintahkan umatnya untuk menyantuni orang yang kehilangan harta benda, kematian kerabat maupun musibah lainnya. Tindakan tersebut merupakan wujud  kepedulian dan solidaritas (itsar), serta tolong menolong (ta‘awun) antar warga masyarakat, baik muslim maupun non-muslim. Dengan cara demikian  rasa persaudaraan (ukhuwah) akan semakin kokoh.Akan tetapi cara-cara penyantunan itupun harus sejalan dengan syari‘at (QS 42:13). Tidak boleh mengandung unsur  gharar (ketidakpastian), maysir (untung-untungan), riba (bunga) dan hal-hal lain yang bersifat maksiat. Dengan kata lain,  ta‘awun harus diletakkan di atas nilai-nilai ketakwaan dan kebajikan dan bukan pelanggaran hukum syari‘ah yang dapat menimbulkan  pertentangan atau permusuhan. “Saling tolong menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa, dan jangan kalian saling tolong-menolong  dalam dosa dan permusuhan�? (QS  5:12)

Asuransi syari’ah merupakan sistem alternatif, atau tepatnya pengganti  atas pola asuransi konvensional yang menerapkan sistem akad  pertukaran yang tidak sejalan dengan syari’at Islam. Pada sistem asuransi syari’ah, setiap peserta bermaksud  tolong menolong satu sama lain  dengan menyisihkan sebagian dananya sebagai iuran kebajikan (tabarru’). Dana inilah  yang digunakan untuk menyantuni  siapa pun di antara para peserta  asuransi yang mengalami musibah. Jadi bukan dalam bentuk akad pertukaran  di antara dua pihak, melainkan akad untuk saling tolong menolong (takafuli) di antara semua peserta atau anggota.
Terdapat perbedaan mendasar antara asuransi syari’ah dengan konvensional. Perbedaan tersebut adalah :
1) Asuransi syari‘ah  memiliki Dewan Pengawas Syari‘ah (DPS) yang bertugas mengawasi  produk yang dipasarkan  dan pengelolaan investasi dananya, yang tidak ditemukan dalam asuransi konvensional.
2) Akad yang dilaksanakan pada asuransi syari‘ah berdasarkan tolong menolong, sedangkan asuransi konvensional berdasarkan jual beli.
3) Investasi dana pada asuransi syari‘ah berdasarkan bagi hasil (mudharabah). Sedangkan pada asuransi konvensional memakai bunga (riba) sebagai landasan  perhitungan investasi.
4) Kepemilikan dana pada asuransi syari’ah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Pada asuransi konvensional, dana yang disetor  nasabah (premi) menjadi milik perusahaan, sehingga perusahaan bebas  mengelola dan menentukan alokasi investasinya.
5) Dalam mekanismenya, asuransi syari’ah tidak mengenal dana hangus seperti terdapat  pada asuransi konvensional. Jika pada masa  kontrak peserta tidak dapat  melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana yang disetor dapat diambil kembali, kecuali sebagian dana kecil  yang telah diniatkan untuk tabarru’.
6) Pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diambil dari dana tabarru’ (dana kebajikan) seluruh peserta yang sejak awal telah diikhlaskan  bahwa ada penyisihan dana yang akan dipakai sebagai dana tolong menolong di antara para peserta bila terjadi musibah. Sedangkan pada asuransi konvensional pembayaran klaim diambilkan dari rekening dana perusahaan.
7) Pembagian keuntungan pada asuransi syari’ah dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip bagi hasil dengan proporsi yang telah ditentukan. Sedangkan  pada asuransi konvensional seluruh keuntungan menjadi hak milik perusahaan.

Peluang mahasiswa
Perkembangan asuransi syariah yang membooming akhir-akhir ini  sejalan dengan perkembangan ekonomi syari‘ah telah mendorong  munculnya berbagai produk-produk  bidang perbankan, asuransi, lembaga asosiasi, lembaga pendidikan dan konsultasi dan lembaga penunjang lain  yang keseluruhannya berbasis syari‘ah. Selain asuransi syari‘ah sendiri yang memang sejak awal berdiri telah menerapkan prinsip syari‘ah, beberapa perusahaan asuransi konvensional juga mulai membuka unit-unit usaha asuransi syariah. Hal ini tentu menggembirakan sekaligus memberi peluang bagi mahasiswa untuk bergelut  di dalamnya. Peluang ini bisa dimanfaatkan melalui  pembentukan lembaga atau kajian-kajian khusus yang berlandaskan syari‘ah. Selain  lembaga Sharia Ekonomi Forum (SEF) yang dimiliki oleh BEM Fakultas Ekonomi UG, terdapat juga lembaga Kajian Ekonomi Syari‘ah (KAESYAR)  yang didirikan oleh mahasiswa UG guna menyalurkan minat mereka di bidang tersebut.Saat ini setidaknya tercatat dalam anggota Pusat Komunikasi Ekonomi Syari‘ah (PKES) sebanyak  50 perusahaan besar  dan lembaga, baik pemerintah maupun non pemerintah yang berlandaskan syari‘ah. Jumlah tersebut tentu saja akan terus bertambah seiring dengan peningkatan minat masyarakat. Dengan jumlah yang demikian besar ini, tentu membuka peluang kerja bagi mahasiswa. Berkarier di dunia asuransi syari‘ah? kenapa tidak

Profilku : Kurnia Yudha Utama.A.Md

Standar

Salam Sejahtera Untuk Semua Bloger UG,, Asslm.Wr.wb

Perkenalkan  saya              : Kurnia Yudha utama -> Yudha

TTL                                           : Jakarta, 19 mei 1987

Jurusan                                  : Management informatika – SI->  D3 Lanjut S1                                                                    Malam

Tahun masuk UG                : Angkatan 2006

Hobi                                         : Berorgansasi, Travelling, berenang, GALI                                                                          informasi dengan membaca buku-buku positif, dll..

Alamat                                    : Kompleks Paspampres JL. MURAI IV BLOK A3                                                                NO.5 Rt.007/06 kamp.TENGAH.Kramatjat jaktim..                                                      13540

Tlpn                                          : 021.956.554.95 / 0857.162.51.294

Anak ke 1 dari 2 bersaudara

Saya aktif dalam oRganisasi kepemudaan Tingkat Rw yaitu Ketua karang taruna Unit Rw.06 berkordinasi juga dengan Karang Taruna Kelurahan tengah Di tempat saya tinggal,  Saya ditempatkan di divisi Organisasi. Dan Saya juga aktif di Organisasi kampus UGyaitu UKM Fajrul Islam. Saya mendapat amanah di Faris di Divisi Kemitraan & kajian strategis (K & K ) yang tugasnya menggali n menyaring Informasi / berita hangat n layak untuk diterbitkan seperti mading, kajian dll. Untuk kemaslahatan umat Civitas Akademik UG,  khususnya berkenaaan dengan Tuntunan Rasullullah SAW & Al-Quran Al-Hadist.

Hidup adalah sebuah anugrah Allah swt, jadi gunakanlah masa mudamu untuk berprestasi, berkreativitas, dan berbuat amal ma’ruf Nahi Mungkar untuk dunia & akhiratmu  harus seimbang.  jadi Hidup itu pilihan, peluang untuk kita mencari celah, berusaha serta berdoa untuk sukses di masa depan,,,, amin…

Semoga artikel yang saya terbitkan ini bermanfaat untuk kita semuad.Amin Terimakasih sebelumnya. “Sukses untuk Anda ” WASSALAM.Wr.WB

( ” I’m smart so Prodly person” With activity )

Indahnya Syurga, Dahsyatnya Neraka…

Standar

Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah, sesungguhnya orang yang tidak mengenal kemuliaan akhirat dan malas beribadah akan menganggap dunia ini sebagai negeri yang senantiasa ia tempati. Ia selalu merasa kurang terhadap apa yang dimilikinya, tidak pernah merasa cukup mengejar dunia sampai segala keinginannya terpenuhi. Padahal, apa yang ia usahakan, berupa harta, anak, dan lain-lain, semua itu tidak akan pernah menimbulkan kepuasan pada dirinya, bahkan mampu membawa kesengsaraan baginya. Seharusnya dia menyadari bahwa sebentar lagi kematian akan menghampirinya. Adapun orang yang mendapat taufik, dia menyadari bahwa dunia dan segala keindahannya itu hanyalah tipuan belaka, sehingga dia tidak terperdaya  bahkan sebaliknya akan bergegas menuju ampunan Allah serta surga yang seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kenikmatan di Surga

Saudaraku … bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang seluas langit dan bumi. Di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetik  di hati seorangpun. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh firman Allah ‘azza wa jalla yang artinya,

Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni’mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As Sajdah : 17).

Di antara kenikmatan di surga yang Allah dan Rasul-Nya telah perkenalkan pada kita  adalah :

[1].Merasakan nikmatnya sungai susu, arak, dan madu, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya,” (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamer (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring.” (Muhammad : 15). 

[2]. Mendapatkan isteri yang masih belia dan berumur sebaya, sebagaimana firman Allah yang artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya.” (An Naba’ : 31-33).

[3]. Hidup kekal dengan nikmat lahir dan batin, sebagaimana Rasulullahshollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Siapa yang masuk surga selalu merasa nikmat, tidak pernah susah, pakaiannya tidak pernah cacat, dan kepemudaannya tidak pernah sirna.” (HR. Muslim).

[4]. Diberi umur muda, sebagaimana Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallambersabda yang artinya, “Ahli surga, berbadan indah tanpa bulu, matanya indah bercelak, umurnya 30 atau 33 tahun.” (Shohihul Jaami’). 

[5]. Memandang wajah Allah yang mulia, sebagaimana diriwayatkan dari Shuhaib, bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika surga telah dimasuki oleh para penghuninya, ada yang menyeru : ‘Wahai penduduk surga, sesungguhnya Alloh mempunyai suatu janji untuk kalian yang janji tersebut berada di sisi Allah, di mana Dia ingin menuaikannya.’ Mereka berkata : ‘Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memasukkan kami ke surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?‘ Beliau melanjutkan : ‘Maka Allah menyingkapkan hijabnya (tabirnya), sehingga mereka melihat-Nya (wajah Allah). Demi Allah, Allah belum pernah memberikan sesuatu pun yang lebih mereka cintai dan menyejukkan pandangan mereka daripada melihat-Nya.” (HR. Muslim).

Masih banyak sekali ayat dan hadits lainnya yang menerangkan tentang sifat-sifat surga, kenikmatannya, kesenangannya, kebahagiannya, dan keelokannya. Semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuninya.

Jalan Menuju Surga

Jika ada yang bertanya tentang amal dan jalan menuju ke surga, maka jawabannya telah Allah berikan secara jelas dalam wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya yang mulia. Di antaranya sebagaimana yang Allah jelaskan dalam surat Al Mu’minuun ayat 1-11. Beberapa sifat-sifat penghuni surga –semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuninya– dari ayat tersebut adalah:

Pertama, beriman kepada Allah dan perkara-perkara yang wajib diimani dengan keimanan yang mewajibkan penerimaan, ketundukan, dan kepatuhan.

Kedua, khusyu’ dalam shalatnya yaitu hatinya hadir dan anggota tubuhnya tenang.

Ketiga, menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia (yang tidak mempunyai faedah dan kebaikan). 

Keempat, menunaikan zakat yaitu bagian harta yang wajib dikeluarkan atau mensucikan jiwa mereka (karena salah satu makna zakat adalah bersuci) berupa perkataan dan perbuatan.

Kelima, menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri dan budaknya.

Keenam, memelihara amanah yang dipercayakan dan memenuhi janjinya baik kepada Alloh, kepada sesama mukmin, ataupun kepada makhluk lainnya.

Ketujuh, melaksanakan sholat pada waktunya, sesuai dengan bentuknya yang sempurna, dengan memenuhi syarat, rukun, dan kewajibannya.

Selain ayat di atas, Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga telah menjelaskan tentang jalan menuju surga yaitu dengan menuntut ilmu syar’i. Rasulullahshollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkannya dalam menempuh jalan ke surga.” (HR. Muslim). Ya Alloh, mudahkanlah kami untuk melaksanakan amalan-amalan ini dan menetapkan kami di atasnya.

Dahsyatnya Neraka

Saudaraku … kebalikan dari berbagai kenikmatan di atas, sebagian makhluk malah menuju neraka yang teramat panas. Dan Allah subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan kepada kita tentang neraka dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya. Allah telah menggambarkan kepada kita tentang berbagai bentuk siksaan yang terdapat di dalamnya dengan penggambaran yang mampu membuat hati dan jantung ini serasa terbelah-belah. Maka perhatikanlah baik-baik terhadap apa yang datang dalam Al Qur’an dan As Sunnah tentang berbagai bentuk adzab (siksaan) di dalamnya.

Di antara siksaan-siksaan bagi penduduk neraka adalah :

[1]. Kulit mereka diganti dengan yang baru, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An Nisa’ : 56).

[2]. Bara apinya membakar sampai ke hati, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “(Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati.” (Al Humazah : 6-7).

[3]. Mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka, sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka.” (Al Qomar : 48).

[4]. Minuman mereka seperti besi yang mendidih, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, “Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Al Kahfi : 29).

[5]. Tubuh mereka membesar, sebagaimana sabda beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Gigi taring orang kafir besarnya seperti gunung uhud dan tebal kulit mereka seukuran tiga perjalanan.” (Shohihul Jaami)

Begitu syadiid (keras) siksaan ini, lalu siksaan apa yang paling ringan bagi penghuni neraka? Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya ialah orang yang mengenakan dua sandal dari neraka lalu mendidih otaknya karena sangat mencekam panas dua sandalnya.” (HR. Muslim). Wahai saudaraku … tidakkah kalian takut dengan siksa yang pedih dan dahsyat ini ??!

Sebab-Sebab Masuk Neraka

Perlu diketahui bahwa terdapat dua jenis sebab yang menyebabkan seseorang masuk neraka –semoga Allah menyelamatkan kita darinya-.

Jenis pertama adalah sebab-sebab yang menyebabkan pelakunya tidak lagi beriman, menjadikannya kafir, sekaligus membuatnya kekal di neraka. Di antara sebab-sebab jenis pertama ini adalah :

Pertama, melakukan syirik akbar (besar), seperti bernadzar dan menyembelih kepada selain Alloh.

Kedua, kufur kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Nya, hari akhir, serta qodho dan qodhar dengan cara mendustakan, menentang, ataupun meragukannya.

Ketiga, mengingkari kewajiban salah satu rukun Islam yang lima.

Keempat, mengolok-olok dan mencaci Allah, agama-Nya, atau Rasul-Nya.

Kelima, berhukum dengan selain hukum Allah dengan keyakinan hukum tersebut lebih benar dan lebih bermanfaat, atau setara dengan hukum Allah, atau meyakini bolehnya hal tersebut.

Ketujuh, kemunafikan yaitu menyembunyikan kekafiran dalam hatinya, akan tetapi dia menampakkan diri seolah-olah seorang muslim.

Jenis kedua adalah sebab yang menyebabkan pelakunya berhak masuk neraka, namun tidak kekal di dalamnya. Di antaranya ialah : durhaka pada kedua orang tua, memutuskan silaturahmi, memakan riba, memakan harta anak yatim, bersaksi palsu, dan sumpah palsu.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari neraka, lindungilah kami dari negeri yang penuh kehinaan dan kerusakan, dan tempatkanlah kami di negeri orang yang berbakti dan bertakwa.

Artikel www.remajaislam.com

Referensi: by ustad. Muhammad Abduh Tuasikal

“PUISI & kata-kata PENUH INSPIRATIF”

Standar

Betapa besarnya nilai uang kertas sebesar Rp 100.000 apa bila dibawa ke masjid untuk disumbangkan

Tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit pada tiap waktu sholat

Namun betapa singkatnya kalau kita melihat film

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdo’a secara spontan mengiba kepada Allah

Namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan teman tanpa harus berpikir panjang

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktu ekstranya

Namun kita mengeluh ketika khotbah masjid lebih lama sedikit daripada biasa

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al Qur’an

Tetapi betapa mudahnya membaca 100 halaman novel yang laris

Betapa getolnya orang untuk duduk didepan dalam pertandingan atau konser

Namun lebih senang duduk di shaf paling belakang di pada saat sholat masjid

Betapa mudahnya membuat dosa demi memuaskan nafsu syawat semata

Namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa

Betapa sulitnya menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu

Namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap saat terakhir untuk event yang menyenangkan

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung didalam Al Qur’an

Namun betapa mudahnya untuk mengulangi syair-syair musik  yang tiada arti

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh Koran

Namun betapa sulitnya kita mengamalkan perintah dan larangan dalam Al Qur’an yang tidak ada keraguan didalamnya

Betapa setiap orang ingin masuk syurga dan merasakan kenikmatan yang abadi didalamnya

Namun untuk berubah menjadi lebih baik pun masih enggan dan malu terhadap sahabat,kerabat atau teman sehingga terus mengekor pada bisikan syetan

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui email, dan menyebarluaskannya secara berapi-api

Namun kalau ada email yang isinya tentang tauhid dan hikmah untuk menghamba kepada-Nya betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membuka, dan mensharenya, serta langsung klik icon DELETE

 

ANDA TERTAWA…??? Atau ANDA BERPIKIR???

 

Semoga bermanfaat

Mohon maaf bila ada yang tidak berkenan

 

*Umat Islam Jaya Bila Sholat Berjamaah 5 waktu di tegakkan di Masjid-masjid , tidak kah kau rindu hadirnya kembali kejayaan itu???

RENUNGKANLAH,,,, SAUDARAKU SEIMAN ,,,,,, IMAN & ISLAM Adalah tauhid, Agamaku<<<<

“PANTUN “SUMPAH PEMUDA”

Standar

Kusulam bendera merah putih dengan benang
Merah yang berani, putihnya yang suci
Tanggal 28 Oktober haruslah dikenang
Sebagai masa bangsa-bangsa jadi satu jati diri

*******
Gunung Talang, Gunung Kelimutu
Jaraknya jauh tapi sama berapinya
28 Oktober berbagai suku menyatu
Jadi satu, yakni bangsa Indonesia

*******

Tanah Riau terkenal gurindam dua belas
Tanah Jawa terkenal seni wayangnya
Bersatu dari barat-timur menolong tertindas
Demi mewujudkan bangsa yang dicita-cita

********

Hutan lebat melimpah rusa
Melihat mereka mengundang rindu
Bahasa mencerminkan bangsa
Dengan bahasa marilah kita berpadu

********

Siti Aisyah menenun perca
Disusun-susunnya menjadi kain nan indah
Janganlah persatuan ini binasa
Jangan karena ego bangsa kita terpecah

———————————————————-

 

PANTUN “agama”

Standar

>>>>>>Koleksi pantun terbaru MY YUDHA<<<

Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan

***

Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga

****

Terbang pergi ke lain pokok
Hidup mati ditangan Tuhan
Kepada Allah kita bermohon

****

Daun tetap di atas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Perbuatan haram jangan dicuba

****

Terang bulan terang bercahaya
Cahaya memancar ke Tanjung Jati
Jikalau hendak hidup bahagia
Beramal ibadat sebelum mati

****

Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat jasad tidak sembahyang

****

Kulit lembu celup samak
Mari buat tapak kasut
Harta dunia janganlah tamak
Kalau mati tidak diikut

****

Banyaklah masa antara masa
Tidak seelok masa bersuka
Meninggalkan sembahyang jadi biasa
Tidak takut api neraka?

****

Dua tiga empat lima
Enam tujuh lapan sembilan
Kita hidup takkan lama
Jangan lupa siapkan bekalan

****

Kalau Tuan pergi ke Kedah
Singgah semalam di Kuala Muda
Sembahyang itu perintah Tuhan
Jika ingkar masuk neraka

****

Ramai orang menggali perigi
Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicari tak akan rugi
Buat bekalan dunia akhirat

****

Pak Kulup anak juragan
Mati diracun muntahkan darah
Hidup di dunia banyak dugaan
Kepada Allah kita berserah

****

Letak bunga di atas dulang
Sisipkan daun hiasan tepinya
Banyak berdoa selepas sembahyang
Mohon diampun dosa di dunia

****

Encik Borhan seorang kerani
Terkemut-kemut bila meniti
Tinggalkan sembahyang terlalu berani
Sepertii tubuhnya takkan mati

****

Sayang-sayang buah kepayang
Buah kepayang hendak dimakan
Manusia hanya boleh merancang
Kuasa Allah menentukan

****

Masa berada di Pulau Jawa
Rakan diajak pergi menjala
Maha Berkuasa jangan dilupa
Kuasa Allah tidak terhingga

****

Nyiur mudah luruh setandan
Diambil sebiji lalu dibelah
Sudah nasib permintaan badan
Kita di bawah kehendak Allah

****

Kemuning di dalam semak
Jatuh melayang ke dalam paya
Meski ilmu setinggi tegak
Tidak sembahyang apa gunanya?

****

Harimau belang turun sekawan
Mati ditikam si janda balu
Ilmu akhirat tuntutlah tuan
Barulah sempurna segala fardu

****

Kera di hutan terlompat-lompat
Si pemburu memasang jerat
Hina sungguh sifat mengumpat
Dilaknat Allah dunia akhirat

****

Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta doa kepada Tuhan

****

Anak ayam turun sembilan
Mati seekor tinggal lapan
Duduk berdoa kepada Tuhan
Minta Allah jalan ketetapan

****

Anak ayam turun lapan
Mati seekor tinggal tujuh
Duduk berdoa kepada Tuhan
Supaya terang jalan bersuluh

****

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Turut mengikut alim ulama
Supaya betul jalan makrifat

****

Anak ayam turunnya lima
Mati seekor tinggal empat
Kita hidup mesti beragama
Supaya hidup tidaklah sesat

****

Tuan Haji memakai jubah
Singgah sembahyang di tengah lorong
Kalau sudah kehendak Allah
Rezeki segenggam jadi sekarung

****

Bulu merak cantik berkaca
Gugur sehelai ke dalam baldi
Jika tak banyak kitab dibaca
Jangan mengaku khatib dan kadi

****

Inderagiri pasirnya lumat
Kepah bercampur dengan lokan
Sedangkan nabi kasihkan umat
Inikan pula seorang insan

****

Anna Abadi pergi berenang

Sambil berenang berdondang sayang
Jika hidup dikurnia senang
Jangan lupa tikar sembahyang

****

KURNIA YUDHA UTAMA (17109340)

Kelas 5KA21 / SI/ S1

url : Rambo72.wordpress.com

PUISI “Ketulusan Cinta”

Standar

Puisi Cinta Terbaru

Bagi para remaja yang sedang dimabuk cinta, sedang PDKT, atau sedang sedih karena patah hati atau putus, ungkapin perasaan kamu lewat puisi cinta terbaru 2010, mungkin pacar atau mantan kamu baca puisi kamu juga kan. :) Hai pujangga cinta, berbina lah matamu, ber sinarlah wajahmu, aku disini menunggu puisi cinta darimu. Berikut adalah koleksi puisi – puisi cinta terbaru di tahun 2010

Koleksi punya…. Yudha,.

Engkau awan yang selalu berikan hitam dan putih jiwaku,
yang memancarkan aura cinta,
yang memanggilku untuk memberimu tulus cinta dari hatiku,

***

Bintang,
jagalah dirinya dari gelap malam,
saat kau kelipkan cahayamu,
berikanlah dia selalu mimpi indah tetang kita berdua,

***

Bulan,
teduhkan hati dan jiwanya di saat rindu datang diantara kita berdua,
wujudkanlah cinta yang tulus dan sejati antara diriku dan dirinya,

***

karena diriku
menyayanginya
mencintainya
dan
selalu merindukanya….. ^-^….

……………………………………………………………………………………………………………………….

bila cinta datang padamu
sambutlah dengan indah dihatimu
bila kau mulai merasakan rindu
cibolah peluk bayangan – bayangan disekitarmu
bila kau bunga
ku siap untuk jadi tanah tampat kau tumbuh
jika kau takut akan gelap
ku siap menjadi penerang dalam hatimu
jika ku beleh berbicara…
ku ingin katakan “ku sayang kamu cinta”

…………………………………………………………………………………………………………………………………

Cintaku

Saat pertama kali ku melihatmu
Ku merasakan hadirnya aura cinta
Ku tak tau apa yang sebenarnya terjadi
Ku bagaikan orang yang tak berdaya

***

Saat ini yang ku rasa
Ku sangat bahagia karma biasa mengenalnya
Ingin rasanya ku memelukmu
Tapi ku sadar, itu tak mungkin terjadi

***

Karna apa?
Karna engkau sudah milik orang lain

Entah apa yang ada di hati ini
Hati ini menginginkan engkau selalu ada buat ku
Slalu ada di samping ku
Saat ku menangis
Engkaulah yang slalu mengingatkanku
Untuk selalu sabar dan tegar

***

Ku tau, cinta tak harus memiliki
Karna dengan mengenalmu
Bagiku sudah cukup
Kan ku bawa kau bersama cintaku
Walaupun dirimu jauh dari ku

***

……………………………………………………………………………………………………………………………….

Saat orang jatuh cinta ia merasa dunia itu indah dan penuh warna bahkan dia merasa dunia ini miliknya,tapi saat di putus cinta dia merasa dunia tidak adil bahkan dia menggap cinta sesuatu yang menyakitkan tapi dia tidak merasa kalau dia ada karna cinta dunai ada karna cinta dan sekarang dia bisa seperti ini karna cinta jadi janggan salahkan cinta tapi salahkan orang yang membut kamu sakit karna cinta,karna cinta yang sebenarnya adalah suci sesuci sang pemberi cinta.

***

KURNIA YUDHA UTAMA

NPM: 17109340

Jurusan : SI/ S1 MALAM

URL : rambo72.wordpress.com

Resensi Buku Writing Donuts, Tips Menulis Menghasilkan Uang

Standar

“Menjadi Kaya dengan Menulis”

Dikutip Dari buku terbaru : JONI_ EFENDY”

Siapa bilang menjadi penulis tak bisa kaya? Sosok-sosok seperti JK Rowling, Stephen King, John Grisham, Habiburrahman El Shirazy, Asma Nadia, Andrea Hirata dan seterusnya kerap menjadi kiblat para penulis dari segi populiratas dan royalti. Pekerjaan tanpa syarat khusus ini, ternyata juga memiliki potensi yang besar bagi individu yang menggelutinya untuk menjadi kaya. Menjadi penulis tidak membutuhkan syarat penampilan harus menarik, ijazah tamatan fakultas tertentu, IPK sekian dan sebagainya. Resepnya cukup sederhana yakni, tekun dan berani.

Penulis mana yang tak ingin menjadi kaya dengan tulisannya? Menjamurnya bisnis penerbitan dan persuratkabaran di tanah air memberikan peluang emas bagi para penulis untuk mulai bercita-cita menjadi kaya dengan profesi ini. Masyarakat negeri kita mesti belum menjadikan membaca sebagai kebutuhan primer, namun untuk koran yang harganya di bawah lima ribu rupiah rasanya mereka tidak terlalu berat untuk membelinya. Juga buku, terlebih jika buku yang kita tulis memiliki nilai kualitas yang cukup baik di mata para pembacanya. 

Persoalannya mampukah kita bertahan dengan proses alamiah yang bakal dilalui oleh para penulis, khususnya para pemula. Mampukah kita tetap terus menulis setelah naskah tulisan kita berkali-kali ditolak media dan penerbit? Kebanyakan mereka yang gagal adalah mereka yang tak sanggup bertahan pada fase ini. Merajuk pada kondisi, memvonis diri sendiri sebagai sosok yang tak berbakat dan akhirnya gantung pena tak mau menulis.

Kegagalan lain juga terkadang disebabkan penyakit-penyakit internal dalam diri kita. Di antaranya; malas, tidak percaya diri, ingin langsung top dan sebagainya. Kepiawaian menulis tak semudah membalik kan telapak tangan,  keahlian yang satu ini membutuhkan pengasahan beberapa waktu dan ketekunan tentunya. Menjadi penulis juga melatih diri untuk bersabar dan berlapang dada. Sebab mereka yang baru memulai profesi ini pasti akan menemukan banyak rintangan yang dapat menguji kesungguhan niat mereka untuk menekuni dunia kepenulisan.

Buku Writing Donuts persembahan penulis Riau Joni Lis Efendi ini mengupas tuntas permasalah menulis, tips dan trik menulis, serta bagaimana upaya menjadi kaya dengan menulis. Dalam bukunya Joni menyebutkan bahwa beberapa tirani kokoh  yang membelenggu para penulis mula untuk bisa bangkit antara lain; takut ditolak, takut dibilang tulisannya tak layak, pelit usaha, tidak kreatif, tidak percaya diri dan sebagainya, inilah tembok penghalang yang harus diruntuhkan.

Di dalam buku ini Joni juga berbagi tips menulis kreatif rumah fiksi, di antaranya; menentukan ide dan tema, memandang genre novel, membangun sebuah tulisan fiksi, dan beberapa jurus jitu menulis lainnya. Joni juga menuliskan bagaimana upaya kita untuk mempublikasikan tulisan, serta membangun dan menjalin hubungan dengan pihak penerbit. Buku ini mendiskripsikan bahwa menulis ternyata seenak kita memakan kue donat, renyah dan nikmat.

Buku motivasi menulis yang ditulis penulis kelahiran Sumatera Barat ini menampilkan gaya bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Sehingga sangat layak untuk dibaca oleh para penulis pemula maupun orang-orang yang mulai tertarik dengan profesi menulis. Buku ini juga terasa lebih lengkap dengan kita temukannya di bagian akhir buku ini berbagai alamat koran-koran, majalah dan penerbit yang ada di tanah air.****

Menurut saya, Kurnia Yudha Utama. Yang akrab di panggil Yudha ini, Bahwa menulis adalah bagian dari perasaan yang dituang dalam sebuah karya, melalui daya imajinasi yang berbuah keindahan, dan estetika. Kenapa setiap orang bisa mengembangkan kreatrivitasnya dengan menulis buku NOVEL atau sejenisnya seperti orang-orang terkenal SEPERTI : ABIBURAHMAN EL SHIRAZY dLl, Karena beliau memiliki ketekunan, kegigihan, percaya diri dan keuletan.  serta fokus dengan apa yang dijalankannya. Melalui buku menjadi kaya dengan menulis ini, Jelas dan pasti setiap orang bisa menjadi kaya dengan menulis. Karena apa karena kita punya motivasi, kekuatan pikiran dan kreativitas. Semoga bermanfaat.

  • Kurnia Yudha Utama (5KA21)
  • NPM : 17109340
  • Jurusan : SI / S1 MALAM
  • URL : rambo72.wordpress.com
  • PERTEMUAN TATAP MUKA / Tugas ke – III

REALITA IMPLEMENTASI TAUHID SOSIAL DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

Standar

Dikutip dari ramadu,

07 NOVEMBER 2010

 

ASLM.WR.WB

for all Sahabat UG

 

Konsep awal dari tauhid adalah menempatkan Allah sebagai Rabb. Allah telah menciptakan alam semesta sebagai khaliq (pencipta), dan kita adalah makhluq (yang diciptakan). Sehingga, manusia harus tunduk pada penciptanya. Konsep ini merupakan konsep paling pokok dalam aqidah, sehingga jika seseorang belum mengimani hal ini ia tidak dapat dianggap sebagai seorang muslim yang lurus.

Akan tetapi, konsep tauhid dalam tataran yang lebih luas tidak cukup hanya dengan membenarkan bahwa Allah itu Maha Esa. Tauhid sejatinya memerlukan manifestasi dalam realitas empiris.
Jika tauhid kita artikan peng-esaan Tuhan, pengakuan kita bahwa Tuhan hanya ada satu. Dan artinya kita hanya fokus kepada satu Tuhan, tidak lebih tidak kurang, dan Dia tidak lain adalah Allah SWT. Seperti yang saya katakan tadi, pengesaan ini adalah konsep awal dan utama dalam tauhid.

Maka menurut penulis, salah satu aplikasi sosialnya adalah tidak adanya peramal dan dukun, artinya kita hanya percaya bahwa Allah-lah yang bisa memberikan pertolongan, bukan dukun, bukan pula peramal.Karena jika kita tidak berpikiran demikian, maka berarti kita telah menduakan Dia sebagai Yang Maha memberikan pertolongan.

Akan tetapi, hal ini mulai terhapus dan dihapus pada masa ini, terutama bisa kita lihat munculnya dukun-dukun entertainer yang sering muncul di televisi, entah Mama laurent, Ki Bodo atau yang lainnya.

Tapi konsep pengesaan ini tidak hanya berhenti di sini saja, jika kita menariknya lebih dalam ia memiliki hal lain yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sosial juga, yaitu tadi dikatakan bahwa pengesaan Tuhan berarti hanya fokus kepada satu Tuhan, maka dalam kehidupan sehari-hari kita juga harus fokus tehadap kewajiban yang kita emban, tidak boleh menduakan kewajiban itu dengan kepentingan lain apalgi kepentingan pribadi.

Dan lagi-lagi, nampaknya makna ini juga sudah mulai tidak berlaku lagi dalam masyarakat kita. Contoh kecilnya adalah realita kehidupan para guru—terutama pns—saat ini. Kita tahu bahwa kewajiban utama seorang guru adalah mendidik anak didik mereka, menjadikan anak didik mereka berpendidikan yang sesungguhnya, memanusiakan anak-anak didik mereka.

Akan tetapi hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan saat ini, dimana banyak guru yang tidak hanya menjadi guru, ada yang merangkap pengusaha, wiraswasta atau profesi lain dan akhirnya waktu mereka untuk mengajar terkadang terenggut untuk hal-hal yang bukan dalam lingkup mendidika anak-anak mereka. Ini berarti bahwa mereka telah menduakan kewajiban mereka sebagai seorang guru, mereka tidak fokus terhadap satu kewajiban utama mereka, mereka termasuk orang-orang yang “musyrik sosial”, menyekutukan kewajiban mereka dengan kepentingan pribadi (setidaknya begitulah saya menyebutnya).

Makna lain—dan merupakan kelanjutan dari makna diatas—adalah bahwa tauhid bisa diartikan kesetiaan dan ketaatan kita terhadap Tuhan. Kita bertauhid berarti kita mengikat diri dengan janji kita dengan Tuhan; janji untuk taat terhadap segala aturan yang Dia berikan. Kita tidak bisa dikatan sebagai orang yang bertauhid ketika kita melanggar janji kita dengan Tuhan, ketika kita mengingkari perintahnya, meskipun kita tetap percaya dan teguh bahwa Tuhan itu esa. Artinya, tidak cukup dengan mengesakan Tuhan tanpa melakukan ibadah-ibadah yang di perintahkanNya, baik ibadah spiritual maupun sosial.

Tidak bisa kita pungkiri jika saat ini banyak orang percaya bahwa Tuhan itu Esa, mengaku bahwa Muhammad itu Nabi mereka, akan tetapi mereka tidak pernah sekalipun melakukan penyembahan terhadapNya baik melalu shalat ataupun puasa atau yang lainnya, mereka juga tidak peka terhadap kehidupan sekitarnya, mereka tidak menghiraukan ketimpangan-ketimpangan sosial yang terjadi didekatnya. Hal ini menunjukkan bahwa Tauhid hanya menjadi pajangan hati saja, tanpa implikasi sosial yang berarti.

Makna ini juga, mempunya sisi lain yang dapat dan harus kita implementasikan dalam kehidupan sosial. Kesetiaan dan ketaatan adalah sebuah keniscayaan yang harus kita miliki selama kita menginginkan kehidupan yang tentram. Karena hanya dengan keduanya kita bisa menjalin relasi yang baik dengan orang lain, hanya dengan keduanya kita bisa membangun kepercayaan orang lain trhadap kita. Kita harus setia terhadap aturan dan hukum sosial yang ada, kita juga harus setia dan taat terhadap segala janji yang kita ucapkan terhadap orang lain. Ini adalah pondasi kita untuk menggapai kesejahteraan bersama sebagai mahluk yang oleh Plato disebut Zoon Politicon atau mahluk yang bermasyarakat.

Jika kita ingat sebuah perkataan Nabi yang menyatakan bahwa jika berjanji lalu kita mengingkari, maka itu berarti kita masuk dalam golongan orang-orang munafik. Maka sama dengan hal ini, jika kita tidak setia dan tidak taat terhadap janji kita dalam ranah sosial, maka itu berarti bahwa kita “munafik sosial”.

Tapi, lagi-lagi hal ini juga nampak mulai luntur dalam kehidupan masyarakat kita. Pengingkarana dan penghianatan telah banyak dilakukan oleh banyak orang, termasuk oleh para petinggi negeri yang megingkari janjinya dengan memakan uang yang seharusnya tidak mereka makan. Pengingkaran tauhid sosial ini juga dilakukan oleh para tullab—yang seharusnya jujur—dengan budaya “mengutip total” alias plagiat bin copy-tempel tugas-tugas mereka, agar mendapatkan nilai bagus yang mana hal ini juga berarti “musyrik” terhadap kewajiban utama mereka, krena menduakan kewajiban mencari ilmu dengan mencari nilai.

Seharusnya Menurut saya pribadi (YUDHA ),

Dengan Tauhid Sosial tersebut, realita-realita menyedihkan di atas tidak muncul, dengan Tauhid Sosial umat Islam seharusnya mempraktikkan nilai-nilai Tauhid ke dalam realitas sosial secara benar. Seorang muslim tidak cukup hanya menjalankan tauhid dengan meyakini bahwa Allah itu esa, tetapi juga harus menjalankan perintahNya dan peka terhadap urusan kemanusiaan, sehingga muncul keseimbangan antara ibadah dan perilaku sosial.

“Hal inilah yang disebut sebagai amal shalih”.

  • KURNIA YUDHA UTAMA
  • KELAS : 5KA21 < 17109340>
  • WEblog URL : Rambo72.wordpress.COM
  • emaill : Boyman_543@yahoo.com
  • “SMART SOLUTION”

REALITA KEHIDUPAN Anak AutisME

Standar

SENAM OTAK, UNTUK MEMINIMALISIR GEJALA AUTISME

“Dikutip Dari : UMY NEWS,


Secara psikologis, autisme dipahami sebagai keadaan seseorang yang lebih banyak berorientasi kepada pikiran subyektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. Sehingga sering kali penyandang autis selalu sibuk dengan ‘dunia’nya sendiri. Di Indonesia, pada tahun 2009 diperkirakan ada 475 ribu penyandang autis. Sedangkan di wilayah DIY ada 357 anak autis yang tersebar di 61 SLB di lima Kabupaten di provinsi DIY.

Autisme memang merupakan gangguan neurobiologis yang menetap. Gejalanya tampak pada gangguan bidang komunikasi, interaksi dan perilaku. Namun, walaupun gangguan neurobiologis tidak bisa diobati, tapi gejala-gejalanya bisa diminimalisir dengan menggunakan terapi. Namun biasanya terapi sangat mahal berkisar 750 ribu sampai 3 juta per bulan, tergantung kebijakan penyelenggara terapi.

Mahalnya biaya terapi inilah yang kemudian melatarbelakangi sekelompok mahasiswa Kedokteran Umum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KU-UMY) yakni Revani Dewinta Lestarin, Yunita Puji Lestari, Muhammad Nor Tauhid, dan Ragil Adi.S, memilah terapi untuk mengurangi gejala autisme yang tidak menghabiskan biaya terlalu besar.

”Ada terapi yang murah dan bisa digunakan bukan hanya di SLB saja, namun bisa juga dilakukan di rumah yaitu senam otak atau Brain Gym,”ungkap Revani saat ditemui di Kampus Terpadu UMY, Sabtu (6/2).

Menurut Revani Ini berbagai gejala autisme, beberapa di antaranya seperti mengeluarkan kata-kata yang tidak dimengeri orang lain, tidak ada usaha untuk berinteraksi dengan orang lain, memiliki perilaku ritualistik, Sering mengamuk tidak terkendali, terutama bila tidak mendapatkan apa yang diingginkan, bahkan dapat menjadi agresif dan dekstruktif bisa diminimalisir dengan senam otak tersebut.

“Terapi senam otak ini bisa menjadi salah satu solusi karena senam merupakan teknik elektrik yang membantu otak dan tubuh bekerja lebih efektif secara bersamaan,”paparnya. Gerakan senam otak juga meningkatkan komunikasi otak, ada tiga komunikasi yakni komunikasi otak kanan dengan otak kiri, otak depan dan otak belakang, serta otak atas dan bawah. Komunikasi ini berguna untuk meningkatkan efisisensi dari informasi sensorik yang paling berguna bagi autis.

“Gerakan dalam senam otak pun bervariasi seperti membuat coretan ganda dalam waktu bersamaan, menggelakkan anggota tubuh menggerakkan secara bergantian pasangan kaki dan tangan yang berlawanan, menaktifkan tangan, melambaikan kaki dan masih banyak gerakan yang lainnya,”paparnya.

Saat ini Revani dan tim sedang melakukan penelitian mengenai pengaruh senam otak terhadap kualitas komunikasi, interaksi sosial dan pemfokusan pemahaman pada anak autis di dua SLB di Yogyakarta, yakni SLB Bina Anggita Banguntapan Bantul Yogyakarta sebagai sampel dan SLB Dian Amanah Sleman Yogyakarta sebagai kontrol.

”Di SLB Bina Anggita kita melakukan terapi senam otak terhadap anak-anak autis di sekolah tersebut, sedangkan di SLB Dian Amanah tidak kita lakukan, Sehingga kita bisa melihat perbandingan antara penderita autis yang di beri terapi senam otak dan yang tidak di beri,”ungkapnya.

Menurut Revani, senam otak cukup dilakukan dalam waktu 15 menit saja sehari. “Dalam waktu 15 menit itu sudah mampu mengurangi gejala-gejala autisme tersebut,”paparnya. Revani dan tim juga membagikan CD senam otak kepada orang tua siswa di SLB Bina Anggita, agar para orang tua bisa secara kontiniu melakukan senam otak pada putra-putrinya.

“Harapan kita, Senam otak ini bisa menjadi terapi alternatif yang murah dan praktis bagi penderita autis, di tengah-tengah mahalnya biaya terapi,”tandasnya.

Secara psikologis, autisme dipahami sebagai keadaan seseorang yang lebih banyak berorientasi kepada pikiran subyektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. Sehingga sering kali penyandang autis selalu sibuk dengan ‘dunia’nya sendiri. Di Indonesia, pada tahun 2009 diperkirakan ada 475 ribu penyandang autis. Sedangkan di wilayah DIY ada 357 anak autis yang tersebar di 61 SLB di lima Kabupaten di provinsi DIY.

Autisme memang merupakan gangguan neurobiologis yang menetap. Gejalanya tampak pada gangguan bidang komunikasi, interaksi dan perilaku. Namun, walaupun gangguan neurobiologis tidak bisa diobati, tapi gejala-gejalanya bisa diminimalisir dengan menggunakan terapi. Namun biasanya terapi sangat mahal berkisar 750 ribu sampai 3 juta per bulan, tergantung kebijakan penyelenggara terapi.

Mahalnya biaya terapi inilah yang kemudian melatarbelakangi sekelompok mahasiswa Kedokteran Umum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KU-UMY) yakni Revani Dewinta Lestarin, Yunita Puji Lestari, Muhammad Nor Tauhid, dan Ragil Adi.S, memilah terapi untuk mengurangi gejala autisme yang tidak menghabiskan biaya terlalu besar.

”Ada terapi yang murah dan bisa digunakan bukan hanya di SLB saja, namun bisa juga dilakukan di rumah yaitu senam otak atau Brain Gym,”ungkap Revani saat ditemui di Kampus Terpadu UMY, Sabtu (6/2).

Menurut Revani berbagai gejala autisme, beberapa di antaranya seperti mengeluarkan kata-kata yang tidak dimengeri orang lain, tidak ada usaha untuk berinteraksi dengan orang lain, memiliki perilaku ritualistik, Sering mengamuk tidak terkendali, terutama bila tidak mendapatkan apa yang diingginkan, bahkan dapat menjadi agresif dan dekstruktif bisa diminimalisir dengan senam otak tersebut.

“Terapi senam otak ini bisa menjadi salah satu solusi karena senam merupakan teknik elektrik yang membantu otak dan tubuh bekerja lebih efektif secara bersamaan,”paparnya. Gerakan senam otak juga meningkatkan komunikasi otak, ada tiga komunikasi yakni komunikasi otak kanan dengan otak kiri, otak depan dan otak belakang, serta otak atas dan bawah. Komunikasi ini berguna untuk meningkatkan efisisensi dari informasi sensorik yang paling berguna bagi autis.

“Gerakan dalam senam otak pun bervariasi seperti membuat coretan ganda dalam waktu bersamaan, menggelakkan anggota tubuh menggerakkan secara bergantian pasangan kaki dan tangan yang berlawanan, menaktifkan tangan, melambaikan kaki dan masih banyak gerakan yang lainnya,”paparnya.

Saat ini Revani dan tim sedang melakukan penelitian mengenai pengaruh senam otak terhadap kualitas komunikasi, interaksi sosial dan pemfokusan pemahaman pada anak autis di dua SLB di Yogyakarta, yakni SLB Bina Anggita Banguntapan Bantul Yogyakarta sebagai sampel dan SLB Dian Amanah Sleman Yogyakarta sebagai kontrol.

”Di SLB Bina Anggita kita melakukan terapi senam otak terhadap anak-anak autis di sekolah tersebut, sedangkan di SLB Dian Amanah tidak kita lakukan, Sehingga kita bisa melihat perbandingan antara penderita autis yang di beri terapi senam otak dan yang tidak di beri,”ungkapnya.

Menurut Revani, senam otak cukup dilakukan dalam waktu 15 menit saja sehari. “Dalam waktu 15 menit itu sudah mampu mengurangi gejala-gejala autisme tersebut,”paparnya. Revani dan tim juga membagikan CD senam otak kepada orang tua siswa di SLB Bina Anggita, agar para orang tua bisa secara kontiniu melakukan senam otak pada putra-putrinya.

  • Harapan & menurut saya selaku pembaca,
  • (KURNIA YUDHA UTAMA 5ka21) ini cukup baik & dapat menolong anak negeri. Melalui  Senam otak ini bisa menjadi terapi alternatif yang murah dan praktis bagi penderita autis, di tengah-tengah mahalnya biaya terapi.
  • URL : rambo72.wordpress.com
  • email : boyman_543@yahoo.com  < NPM : 17109340>
  • KELAS : 5ka21 /SI/ S1

SYAIR DAN NASEHAT

Standar

Halaman ini berisi kumpulan syair, ungkapan, nasehat dan pesan yang saya pilih dari beberapa buku yang saya miliki. Syair, ungkapan & nasehat ini merupakan pelajaran dan perkataan dari beberapa ulama serta ahli hikmah. Ada beberapa syair, ungkapan & nasehat  yang diketahui asal usulnya dan ada juga yang tidak diketahui.

Sebagai referensi utama saya adalah sebuah buku lama saya yang disusun Kholiq Abdul Muien melalui penerbit Apollo Surabaya.  Mudah-mudahan halaman ini bisa membawa manfaat bagi pengunjung blog ini sebagai pelajaran dan renungan. Halaman ini insya Allah akan saya update terus seiring berjalannya waktu.

Bagi sahabat dan pengunjung lainnya, bila Anda memiliki ungkapan, nasihat dan syair termasuk sumber perkataannya, silahkan kirimkan di kolom komentar dan saya akan memajangnya disini dengan link blog Anda.

Atas partisipasinya, saya ucapkan terima kasih.

1. DERAJAT ORANG BERILMU

Orang alim itu mulia walaupun ia kecil, sedangkan orang bodoh itu kecil sehingga ia tua renta.

Belajarlah kamu! karena tidak seorang pun lahir dalam keadaan berilmu. Tidaklah sama orang yang berilmu dan orang yang bodoh.

Sesungguhnya pembesar suatu kaum yang tidak berilmu itu kecil, apabila berkumpul dalam sebuah Mejelis Ilmu.

2. KEUTAMAAN ILMU

Jika kamu mempunyai harta tetapi tidak punya ilmu, maka kamu tidak ada bedanya seperti orang punya sandal tetapi tidak punya kaki.

Jika kamu mempunyai ilmu tetapi tidak mempunyai harta, maka kamu tidak ada bedanya seperti orang yang mempunyai kaki tetapi tidak mempunyai sandal.

3. PERUMPAMAAN ORANG MENCARI ILMU

Barangsiapa yang ketinggalan mencari ilmu di masa mudanya, maka takbirlah ia empat kali atas kematiannya.

Ilmu itu adalah binatang buruan, tulisan adalah telinganya. Ikatlah buruanmu itu dengan tali yang kuat.

Maka termasuk bodohlah, jika kamu berburu kijang dan engkau tinggalkannya diantara buruannya yang lepas.

(Imam Syafi’i)

4. ILMU HARUS DIAMALKAN

Orang yang berilmu, kalau ia tidak mengamalkan ilmunya, maka ia akan diadzab sebelum orang menyembah berhala.

5. ORANG YANG BERILMU DAN TIDAK BERILMU

Orang yang berilmu itu hidup kekal selamanya sesudah ia meninggal, walaupun tulang belulangnya telah hancur luluh di bawah tanah.

Orang bodoh pada hakikatnya adalah mati walaupun ia berjalan, ia menyangka bahwa hidup padahal tidak ada gunanya sama sekali.

6. MASA BELAJAR

Apabila mengajar membuka hati pada masa kecil, maka sungguh akan ditemui yang tersimpan di dalamnya laksana ukiran di batu.

Telah mencerminkan kepada pribadiku, kelalaian yang aku pelajari pada masa tua, dan aku tidak lupa sesuatu yang aku pelajari di masa muda.

7. NASEHAT

Kami mengeluh kepada Imam Waqi’ tentang kelemahan hafalanku, maka ia memberiku petunjuk agar meninggalkan maksiat.

Dia memberiku nasehat bahwa sesungguhnya Ilmu itu adalah Nur Allah. Dan Allah tidak akan menunjukannya kepada orang yang maksiat.

(Imam Syafi’i)

8. KEUTAMAAN KITAB (BUKU)

Sebaik-baik handai taulan dan teman duduk sepanjang masa adalah buku. Engkau dapat membawa dan memilikinya sebagai sahabat setia.

Sebagai sahabat setia, sebuah buku tidak pernah membuka rahasia dan tidak pula sombong dan di dalamnya terdapat hikmah dan kebenaran.

9. KEHIDUPAN PEMUDA

Kehidupan pemuda adalah tergantung kepada ilmu dan ketaqwaannya, apabila keduanya tidak dimiliki, maka akan sia-sialah kepemudaannya.

Ilmu itu dapat menggerakan orang yang rendah pada kemuliaan yang tinggi, sedang yang bodoh itu dapat menurunkannya derajat kehebatan pemuda.

(Ali bin Abi Tholib)

Jadilah Engkau seorang pemuda yang kedua kakinya selalu berpijak di atas tanah, sedangkan cita-citanya melambung pada bintang seroja.

10. KEMULIAAN

Barangsiapa yang ingin mendapatkan kemuliaan, maka ia harus berani menyelam di dasar lautan, barangsiapa yang ingin mendapatkannya, maka ia harus terjaga dari tidur malam.

Barangsiapa yang belum pernah merasakan sengsaranya belajar sesaat. Maka bersiap-siaplah sengsara dalam kebodohan sepanjang hidupnya.

11. KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan itu bukanlah pada pengumpulan harta, tetapi taqwa kepada Allah itulah kebahagiaan sejati.

Taqwa kepada Allah itulah bekal yang sebaik-baiknya disimpan, pada sisi Allah jualah kebahagiaan pada orang yang bertaqwa.

12. JANGAN TERTIPU

Orang yang berakal sengsara dalam nikmat karena akalnya sedang orang bodoh dalam kesengsaraan bodohnya, itulah kenikmatan mereka.

Jangan Engkau tertipu melihat musuh menitikkan air matanya. Kasihanilah masa mudamu dari korban musuh yang pura-pura menyatakan sayang.

Ada juga permusuhan itu yang dapat Engkau ambil manfaatnya dan ada juga persahabatan itu membawa melarat yang menyebabkan hati menjadi sakit.

(Al-Muntanabbi)

13. JANGAN DIREMEHKAN

Jangan Engkau pandang enteng tipu daya orang yang lemah, kadang-kadang seekor ular besar mati diracun oleh kala yang kecil.

Kalau kiranya yang menjadi modal hidupmu adalah umurmu, maka awasilah jangan sampai Engkau belanjakan pada perkara yang tidak penting.

Diantara perbedaan malam dan fajar menyingsing selalu ada pertempuran yang membawa kita ke dalam keadaan yang sangat menakjubkan.

(Najmuddin Muhammad)

14. MEMILIH TEMAN

Janganlah kamu berteman dengan orang bodoh, waspadalah dirimu dan terhadapnya.

Betapa banyak orang yang bodoh menjelek-jelekan orang yang pandai ketika berteman dengannya.

Bandingkan orang yang satu dengan lainnya, apabila orang tersebut sedang bersama-sama.

Yang satu dengan yang lainnya mesti ada perbedaan dan ada pula persamaannya.

Hati yang satu dengan hati yang lainnya akan terbukti ketika berjumpa.

(Ali bin Abi Thalib)

15. ADAB BERTEMAN

Engkau lihat orang yang baik apabila putus hubungannya dia tetap menyimpan kejelekan temannya dan selalu menampakkan kebaikannya.

Engkau akan melihat pula orang jahat apabila putus hubungan, dia tetap menyimpan kebaikannya dan menampakkan kejelekannya.

16. MACAM-MACAM TEMAN

Berapa banyak teman baru yang telah kukenal, dia menjadi lebih terhormat daripada teman lama.

Dan berapa banyak pula teman yang baru kukenalnya di jalan dia menjadi temanku yang sejati.

***UNGKAPAN DAN NASIHAT DARI SAHABAT***

” Hatinya tidak diberikan untuk selain-Mu
bukan bagi-Mu lidah dengan cinta yang palsu…”

“Seseorang akan kuat bersama dengan teman-temannya yang saling menasehati dalam kebenaran, kebaikan, kesabaran dan kasih sayang…”

( Syaikh Salim Al Hilaly)

From : SUNFLO

Menurur saya :KURNIA YUDHA UTAMA, AMD

Kata Syair ini penuh ispirasi & sangat bermakna,,,

By : Makna Hidup
*** Indahnya menjadikan hidup lebih bermakna ****

Sang Bocah Mengemis Demi Orang Tua Pemalas

Standar
DIKUTIP DARI :  ZAPIRA
Categories: Makna Hidup,
Realita Kehidupan, Sang BOCAH Mengemis Demi Orang TUA.

Setiap hari aku selalu melewati jalan yang sama menuju tempat mencari nafkah. Banyak hal yang selalu aku perhatikan dalam perjalananku, baik ketika berangkat maupun pulang kerja. Dua tempat yang paling menarik perhatianku adalah suasana di sekitar simpang empat Matraman dan sekitar Tugu Pancoran Jakarta Selatan. Di tempat itulah aku melihat rutinitas yang sama dan aktivitas yang selalu sama dengan hari sebelumnya.

Aku perhatikan suasana hiruk pikuk manusia yang begitu ramai di lokasi tersebut. Kendaraan, pedagang asongan, pengamen dan tentunya pengemis yang berkeliaran mencari rejeki. Diantara semuanya, tatapanku selalu tertuju pada pengemis kecil yang mendatangi setiap kendaraan yang berhenti. Mereka kadang sendirian namun seringkali juga berduaan. Pengemis kecil dengan pakaian yang agak kotor dan usia mereka yang masih jauh di bawah umur. Aku perkirakan usia mereka sekitar dua sampai tiga tahunan. Sebenarnya hatiku tidak tertahankan sedihnya melihat kehidupan mereka. Tapi bagaimana pun juga, memang jalan seperti itulah yang mereka tempuh.

Berbicara tentang pengemis, banyak cara-cara yang mereka lakukan untuk menarik perhatian setiap pengendara yang lewat. Ada sesama anak kecil yang saling berpegangan tangan, mungkin ceritanya “Inilah saya seorang pengemis kecil, inilah saya yang miskin dan inilah adikku yang sengsara”. Ada juga seorang pengemis kecil yang menggendong adiknya, mungkin ceritanya ” Inilah saya yang fakir dan inilah adikku yang tak punya orangtua”. Begitu  juga dengan seorang Ibu yang menggendong anaknya dan tunanetra yang dituntun.  Semuanya menghiasi dan menambah semarak di sekitar lampu merah tersebut.

Menurut obrolan dari mulut ke mulut, sebenarnya mereka adalah anak-anak yang masih memiliki orang tua, namun memang ada juga yang benar-benar tidak memiliki orang tua. Ada juga yang mengatakan, bahwa anak yang mereka bawa bukanlah anak mereka sendiri, melainkan menyewa kepada orang tua yang menyewakan anaknya. Dan tarifnya pun sangat memilukan hati. Mereka ada yang menyewakan anaknya dengan tarif sekitar Rp. 20.000 sampai Rp. 30.000 per hari.  Aku pernah menonton salah satu tayangan tentang kehidupan para pengemis ini pada salah satu tayangan televisi. Mereka (dengan identitas dirahasiakan) mengatakan bahwa anak yang mereka bawa adalah menyewa dari orang lain dengan tarif Rp. 30.000 sehari termasuk memberikan anak itu makan dan minumnya.

Untuk mereka yang menggunakan trik anak kecil sebagai objek perhatian masyarakat terutama para pengendara, aku lebih cenderung pada orang tua yang menyuruh anaknya sendiri mengemis. Di sekitar simpang empat Matraman, aku sering melihat seorang lelaki dengan badan yang masih segar bugar, aku perkirakan usianya sekitar 40-45 tahun. Dia sedang menerima setoran dari pengemis-pengemis kecil yang memilukan. Entahlah, apakah dia itu bapaknya atau orang yang sengaja memeras keringat anak kecil untuk mengemis. Waktu aku lihat, dia itu berada di bawah jembatan layang di sekitar taman kecil. Entah berapa kali aku melihat pemandangan seperti ini.

Lain halnya dengan suasana di sekitar lampu merah Tugu Pancoran. Aku sering mendapati suasana agak ramai di bawah pohon sekitar taman. Pertama aku melihat, batinku berkata “Keramaian apa yang sedang terjadi di bawah pohon tersebut?”. Akupun menyempatkan untuk memperhatikan mereka. Dan ternyata ada beberapa ibu-ibu yang sedang menerima setoran dari pengemis kecil lalu mereka asyik menghitung hasil mengemis sang bocah.

Jika memang mereka adalah orangtuanya sendiri, sungguh hina perbuatan orang tua seperti ini. Mereka hanya duduk sambil menanti anaknya membawa hasil mengemisnya. Mereka telah menanamkan moral untuk selalu meminta dan mengemis di jalanan pada anaknya sendiri, sedangkan mereka hanya diam dan menunggu. Mereka memanfaatkan bocah kecilnya untuk mengisi perutnya yang lapar dan mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya.

Entahlah, apa yang ada dalam pikiran orang tua seperti itu. Mungkin dia memang orang tua pemalas dan tidak bertanggung jawab terhadap kehidupan anaknya. Mungkin dia berpikir “Buat apa punya anak kalau tidak bisa menghasilkan uang?”. Mungkin juga dia berpikir “Biarkan sang anak mencari rejekinya sendiri biar kelak bisa mandiri”. Atau mungkin juga dia berpikir “Biarkan dia merasakan bahwa mencari uang itu susah”.

Apapun alasannya, bagiku semuanya tidaklah menjadi suatu pembenaran. Karena pada hakikatnya, kehidupan bocah-bocah kecil itu adalah masih menjadi tanggung jawab orang tuanya. Mereka harus membesarkan anak-anaknya dengan keringatnya sendiri dan mereka harus bertanggung jawab terhadap semua kebutuhan anaknya. Lain halnya ketika suatu saat nanti anaknya telah tumbuh dewasa.

menurut Saya, Ujar KURNIA YUDHA.U

Yang Dakrab Dipanggil Yudha ini,,, melalui Kutipan realita kehidupan di atas, memberikan pelajaran pada saya DAN KHUSUSNYA kepada orang tua agar menanamkan hal-hal yang baik dan terpuji pada anaknya. Janganlah menjerumuskan anak-anak kita pada kehinaan dan kenistaan. Usahakan dan tanamkan pada anak-anak kita agar suatu saat nanti, tangannya selalu berada di atas bukan menjadi di bawah. Karena tangan di atas (memberi) jauh lebih mulia dibandingkan dengan tangan yang selalu berada di bawah (meminta). Semoga kita akan selalu menjadi golongan orang-orang yang tangannya selalu berada di atas. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang beruntung, Amin.

By : Makna Hidup
*** Indahnya menjadikan hidup lebih bermaknA””””’