Selasa, 5 Mei 2009

PRESS RELEASE

ANCOL SEBAGAI DESTINASI WISATA KULINER
Seminar Sehari Masakan Olahan Yang Higenis Di Lingkungan Taman Impian Jaya Ancol”

Jakarta, 28 April 2009

Sejak tahun 2000, Ancol mengembangkan konsep destinasi wisata kuliner sebagai salah satu bagian dalam upaya mewujudkan cita-cita Ancol menjadi ikon rekreasi nasional. Ternyata, konsep destinasi wisata kuliner ini mendapat respon positif dari pengunjung, dilihat dari maraknya pengunjung yang datang ke Ancol untuk menikmati kuliner. Respon positif ini membuat Ancol wajib untuk terus melakukan inovasi untuk memberkan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung.

Salah satu bentuk perwujudan dari peningkatan kualitas dan pelayanan kuliner, Ancol mengadakan Seminar Sehari Tentang Masakan Olahan Yang Higenis dan Halal Di lingkungan Taman Impian Jaya Ancol yang diselenggarakan pada hari Selasa, 28 April 2009.

Seminar ini bekerjasama dengan para ahli dari Departemen Kesehatan, dan Majelis Ulama Indonesia sebagai pembicara yang akan membahas tentang Perundang-Undangan Penyehatan Makanan, Prinsip-Prinsip Hygiene dan Sanitasi Makanan, serta Pedoman Sertifikasi Halal. Seminar ini juga diikuti oleh seluruh tenant kuliner yang berada di Ancol. Sampai dengan saat ini, secara keseluruhan Ancol memiliki 222 tenant kuliner yang terdiri dari berbagai macam konsep dengan cita rasa yang berbeda.

Corporate Secretary PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Falaah K. Djafar mengatakan tujuan utama diadakannya seminar ini untuk menindaklanjuti persamaan persepsi antara tiga pilar tanggung jawab, yaitu Pemerintah, Ancol sebagai pengusaha wisata kuliner, dan Masyarakat maupun Konsumen. Apabila persamaan persepsi dan konseptual terjadi secara kesinambungan, maka akan terjalin keselarasan yang lebih baik lagi dalam mengembangkan destinasi wisata kuliner.Ancol merasa input-input positif merupakan salah satu wadah pembelajaran untuk menambah wawasan khususnya di bidang pangan dan kesehatan.

Tahun 2009 ini pun, Ancol mencanangkan Ancol Menuju Kawasan Bebas Styrofoam dalam kaitannya sebagai wadah pembungkus makanan. Seluruh tenant kuliner di kawasan Ancol telah mengganti kemasan styrofoam dengan kemasan pembungkus yang lebih ramah lingkungan dan juga kesehatan. Ini adalah salah satu bagian dari kepedulian Ancol karena kita menyadari dampak penggunaan styrofoam yang dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif dan pencemaran lingkungan atau sampah yang tidak dapat didaur ulang. ***(end).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s