perJalanan pers Mahasiswa & semangat menulis” melalui communitas facebook

Standar

Dikutip dari Majalah Indonesia Merdeka:

Keberadaan Pers mahasiswaa (Persma) merupakan hal yang tidak bisa dilewatkan bila mempelajari sejarah Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari sejarah panjang persma mulai dari zaman kolonial hingga zaman reformasi, di mana persma berperan sebagai pendidik, kekuatan moral, agent of change dalam masa-masa sulit Indonesia. Awal kebangkitan Pers Mahasiswa didukung oleh kebangkitan pers di Indonesia. Menurut berbagai sumber, pers Indonesia bangkit pada masa kolonial Belanda walaupun saat itu fungsi pers hanya bisa dinikmati sebagian kecil kaum pribumi, dikarenakan surat kabar yang beredar seperti Bataviasche Koloniale Courant, Kort Bericht Eropa, Bataviasche Nouvelles, dan surat kabar lainnya masih berbahasa Belanda. Sehingga hanya masyarakat yang mengerti Bahasa Belanda yang bisa menikmatinya.

Surat kabar pertama yang berbahasa melayu masih diperdebatkan hingga sekarang. Beberapa sumber mengatakan bahwa “Medan Prijaji” yang terbit pertama kali pada tahun 1907 di Bandung sebagai surat kabar pertama yang berbahasa melayu. Tirto Adhi Soerjo selaku kepala redaksi “Medan Prijaji” sendiri dianggap sebagai pencetus kebangkitan pers Indonesia dan pada tahun 2006 diangkat sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Ada sumber lain mengatakan bahwa “Bintang Timoer” yang terbit tahun 1864 sebagai surat kabar berbahasa melayu pertama. Cikal bakal pers mahasiswa Indonesia adalah melalui Majalah Indonesia Merdeka yang diterbitkan pada 1924 oleh Perhimpoenan Indonesia di Nederland.

Indonesia Merdeka merupakan nama baru dari Hindia Poetra, majalah yang diterbitkan Indische Vereeniging, yakni perkumpulan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang studi di negeri Belanda dan didirikan pada tahun 1908. Indische Vereeniging kemudian berubah namanya menjadi Indonesische Vereeniging pada 1922, dan berubah lagi menjadi Perhimpoenan Indonesia pada 1924[1].

MENURUT PENDAPAT SAYA PRIBADI : Pergerakan pers di Indonesia, mulai orde baru sampai pada orde reformasi, mengalami kemajuan yang sangat pesat. Di sinilah tumbuh pers-pers baru untuk bersaing menghasilkan berita yang paling aktual.

Semarak demokrasi di Indonesia memberikan nilai positif pada kalangan pers. Banyak orang yang ingin menuliskan aspirasi dalam bentuk tulisan, tak terkecuali mahasiswa di organisasi pers mahasiswa. Menurut Kurnia Yudha Utama, mahasiswa tRansfer ( Sistem Informasi / S1 UG ),

pers Mahasiswa sudah berperan baik dalam menjalankan tugasnya sebagai media penyampai aspirasi dan informasi. Akan tetapi, terkadang pers mahasiswa sering melewati garis batas. “Hal tersebut sebetulnya memang ciri khas dari pers mahasiswa, tapi terbukti tidak semua pihak dari mahasiswa menyukai hal tersebut, ujarnya.” ( Mahasiswa merupakan Modal Agen Of change / Pengerak & pendobrak suatu perubahan besar untuk bangsa ini, Melalui tulisanlah mereka dapat mengungkapkan aspirasinya ke media baik online , maupun offline yaitu di media massa,)

Semoga Tulisan ini bermanfaat bagi pembaca & menjadi inspirasi lagi untuk penulis terutama. Agar lebih baik lagi dalam mengembangkan kreativitasnya..

GOOD JOB.<<,

Hanya Tawakal & Ikhtiarlah yang dapat membantu kita menuju pintu kesuksesan”>>

 

by: Kurnia Yudha Utama””

Kelas, 5KA21 / S1 Malam, SI FILKOM

Blog: Rambo72.wordpress.com / email : boyman_543@yahoo.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s