PERLINDUNGAN HAK CIPTA di DUNIA CYBER

Standar

PERLINDUNGAN HAK CIPTA di DUNIA CYBER

Setiap hasil karya tentunya memiliki hak untuk dihargai, sebagai usaha dan pemikiran dari pencipta, khususnya di dunia cyber yang dapat dilihat oleh seluruh pengguna internet di dunia semakin wajibnya diberikan hak cipta yang sesuai dengan hasil karyanya.

Sebuah karya dalam dunia maya agaknya  sulit untuk dijaga, sekian banyak manusia dengan beraneka pemikiran dan aneka ilmu yang dimiliki tentunya akan berupaya dengan biaya yang murah untuk diambil. Khususnya di negeri kita tercinta, Indonesia minimnya upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan hak cipta bagi sebuah karya.

Sebuah website, tentunya dibuat dengan pemikiran yang sangat sulit dan nilai seni yang tinggi, tapi ketika masuk ke dunia maya, banyak sekali yang meniru atau mengambil untuk diubah, ini mungkin fenomena undang-undang perlindungan hukum yang kurang dan penjagaan yang tidak ketat dari setiap Negara, mungkin kita tidak sadari begitu beratnya membuat sebuah hasil karya , kemudia kita ambil dan dibuatkan sebuah tulisan karya kita.

Begitu juga pada sebuah aplikasi yang dibuat seperti pada perusahaan salah satunya Microsoft, sebagai perusahaan besar Amerika ini banyak sekali dirugikan dari berbagai Negara, seperti India , Indonesia , Marocco yang penulis tau dan punya bukti kuat, serta masih banyak Negara yang melakukan pembajakan atas karya tersebut.

Undang – undang perlindungan yang dimiliki merupakan lokal setempat, berarti ketika masuk ke wilayah dunia maka sulit untuk diberlakukan undang-undang tersebut, itulah salah satu penyebab sulitnya mendapatkan perlindungan hukum untuk pencipta karya, karena mereka harus melakukan pengesahan hak cipta di setiap lokal area atau setiap Negara, mungkin bagi sebuah perusahaan seperti Microsoft tidak begitu sulit, tapi bagaimana ketika pembuat karya tersebut adalah sebuah perusahaan kecil yang baru hidup .

Mungkin perlunya ada sebuah kesepahaman dan pertemuan sekelas PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) agar terjadinya kesepakatan Undang-undang perlindungan hak cipta dan dapat di sahkan melalui satu Negara dimana pencipta berdomisili dan disahkan / legalkan untuk disahkan secara internasional, agar para pembajak / penjiplak bisa dikenakan sanksi yang tegas dan dilakukan di pengadilan Internasional atau melalui Negara masing-masing , mungkin juga bisa dilakukan di Negara tempat pencipta karya tersebut dibuat, sehingga setiap karya akan merasa aman untuk dibuat dan dipublikasikan di sebuah dunia cyber.

Walaupun mungkin saat ini hanya bisa melalui nomor aktifasi, Menurut pendapat saya, itupun masih banyak celah untuk dibajak, kita berharap Kementrian Hukum di Indonesia bisa menggagas untuk menerbitkan Undang-undang yang bisa disepakati seluruh Negara yang pendaftarannya bisa ditiap Negara penerbit aplikasi.

Etika dan Profesionalisme TSI 4KA21 – Kurnia yudha.Utama

One response »

  1. SARAN DAN TANGGAPAN MATA KULIAH SOFTSKILL

    Menurut saya mata kuliah yang dibentuk dalam bentuk softskill terdapat sisi positif dan sisi negatifnya. Sisi positif yang didapat dari mata kuliah dalam bentuk softskill yaitu dapat memperdalam mahasiswa mengenai apa itu blog, kegunaan blog dan mahasiswa akan lebih mengerti tentang seluk beluk mengenai IT, karena secara tidak langsung mahasiswa harus memuat tulisannya ke dalam blog atau warta warga studentsite, sehingga Universitas Gunadarma pun akan lebih semakin maju dalam bidang IT nya. Selain itu mahasiswa juga akan terbiasa membuat tulisan-tulisan ilmiah yang dibuatnya sendiri, sehingga membuat mahasiswa mandiri dan bertanggung jawab atas tugasnya sendiri yang dituang dalam bentuk tugas dan tulisan. Selain terdapat sisi positif, softskill juga terdapat sisi negatif karena pertemuan mata kuliah softskill hanya sebulan sekali, sehingga mahasiswa tidak mendapat materi apapun dari matakuliah tersebut, sehingga tidak jarang banyak mahasiswa yang kebingungan saat akan menghadapi ujian tengah semester (UTS).

    Oleh karena itu saran yang ingin saya sampaikan yaitu, seharusnya dosen yang bersangkutan memberikan materi-materi mata kuliah softskill agar mahasiswa tetap mendapat pengetahuan yang lebih dalam, selain itu pertemuan sebaiknya jangan sebulan sekali karena itu akan merugikan mahasiswa apabila ada mahasiswa yang kebingungan dan ingin bertanya mengenai mata kuliah yang bersangkutan. Saya harap semoga metode pembelajaran softskill dapat di susun lebih baik lagi dalam rangka memajukan universitas dan mahasiswany

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s